

Labuan Bajo merupakan sebuah surga tersembunyi yang ada di Indonesia bagian timur. Desa ini terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang berbatasan langsung dengan Nusa Tenggara Barat dan dipisahkan oleh Selat Sape.
Sebagai satu dari lima destinasi pariwisata super prioritas, Labuan Bajo memiliki sejumlah pesona yang menjadikannya destinasi utama untuk kegiatan wisata maupun bisnis. Bahkan, Labuan Bajo telah ditunjuk untuk menjadi tuan rumah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Summit pada Mei 2023.
Pemilihan Labuan Bajo sebagai lokasi KTT ASEAN 2023 sekaligus bertujuan untuk memperlihatkan potensi Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas, dan kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada para investor untuk berinvestasi di Labuan Bajo.
Labuan Bajo merupakan pintu utama menuju satu-satunya habitat reptil purba di dunia, yaitu komodo, yang berada di Taman Nasional Komodo. Taman Nasional Komodo yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1991 ini terdiri dari Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan beberapa pulau lain di sekitarnya.
Selain dapat melihat komodo, para pengunjung juga bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang memesona dari puncak Pulau Padar. Aktivitas lainnya yang juga menjadi unggulan Labuan Bajo adalah menyelam. Pasalnya, pemandangan bawah laut di Labuan Bajo sangat indah dan kaya akan biota laut.
Wilayah perairan Komodo diapit oleh Laut Flores dan Samudra Hindia sehingga menciptakan arus bawah laut yang begitu kuat. Akan tetapi, arus laut tersebut membawa banyak nutrisi sehingga di kawasan Komodo terdapat begitu banyak ikan dan juga terumbu karang yang sangat rapat dan berwarna-warni.
Selain itu, arus laut yang kuat juga menjadi lokasi terbaik untuk melihat ikan-ikan besar, terutama ikan pari manta yang sering ditemui di perairan Komodo dan menjadi favorit para penyelam.
Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat, pada 2022 Labuan Bajo berhasil memikat 170.352 wisatawan, yang terdiri dari 60.770 wisatawan mancanegara dan 109.307 wisatawan nusantara.
Terkait aksesibilitas, Bandara Komodo saat ini sudah ditetapkan sebagai bandara berstandar internasional. Namun, sayangnya saat ini belum ada penerbangan internasional langsung ke Bandara Komodo di Labuan Bajo. Para wisatawan yang hendak ke Labuan Bajo harus transit terlebih dulu di Bali, lalu bisa menggunakan pesawat atau kapal pesiar dari Bali. Selain itu, akses transportasi lainnya juga semakin ditingkatkan, seperti Terminal Serbaguna Wae Kelambu dan Jalan Lintas Utara Flores.
Bagi wisatawan minat khusus yang ingin menikmati pesona Labuan Bajo juga bisa menggunakan kapal Live On Board (LOB) untuk berkeliling pulau-pulau yang ada di Labuan Bajo. Selain lebih unik, menggunakan LOB juga mempermudah wisatawan karena tidak perlu kembali ke darat pada saat malam.
Pasalnya, kapal-kapal LOB sudah menyediakan fasilitas akomodasi yang cukup lengkap dan juga mewah, antara lain ruang tidur yang ber-AC, fasilitas makan tiga kali sehari dengan menu yang beragam, sundeck, bathtub, bar, dan sebagainya.
Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), pada 2022 di Manggarai Barat hanya ada 12 hotel berbintang dan 106 hotel non-bintang. Berdasarkan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, pengembangan akomodasi di Labuan Bajo akan diprioritaskan kepada hotel bintang 3 dan homestay agar dapat menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Dengan sejumlah atraksi wisata dan fasilitas yang dimilikinya, Labuan Bajo lebih cocok untuk dijadikan tujuan perjalanan insentif dan kegiatan meeting skala kecil hingga menengah. Beberapa obyek wisata yang bisa menjadi tujuan grup insentif adalah Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, Goa Batu Cermin, dan Puncak Waringin.
Sementara itu, untuk kegiatan meeting bisa diadakan di sejumlah ballroom dan ruang pertemuan yang ada di hotel-hotel berbintang. Beberapa hotel berbintang yang menyediakan fasilitas MICE di Labuan Bajo adalah Hotel Meruorah, Hotel Ayana Komodo Resort, Plataran Komodo Resort & Spa, dan The Jayakarta Suites Komodo Flores.
Hotel Meruorah memiliki Meruorah Convention Centre dengan kapasitas hingga 1.000 orang. Sementara itu, Hotel Ayana Komodo memiliki tujuh ruang pertemuan indoor dan empat area outdoor multifungsi.
Plataran Komodo Resort & Spa menawarkan tiga ruang multifungsi yang dapat digunakan untuk kegiatan meeting. Kapasitas yang tersedia mulai dari 15 orang hingga 180 orang. Lalu, The Jayakarta Suites Komodo Flores juga memiliki tiga ruang pertemuan dengan kapasitas dari 30 orang hingga 300 orang.
Perhelatan KTT ASEAN di Labuan Bajo turut mendukung sejumlah pembangunan infrastruktur baru maupun peremajaan sarana dan prasarana di kawasan Labuan Bajo, seperti pembangunan area pelabuhan, pembangunan trotoar, pelebaran jalan, pembangunan kawasan MICE, hingga pertumbuhan hotel-hotel baru. Kehadiran kawasan MICE dan hotel-hotel tersebut selain mendukung wisata rekreasi, juga akan mendukung pertumbuhan wisata MICE di Labuan Bajo.