

Industri MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) telah menjadi salah satu sektor yang paling dinamis di dunia. Namun, di balik kesuksesan setiap acara, terdapat tantangan besar terkait pengelolaan sampah. MICE ini memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan, terutama melalui peningkatan emisi karbon dari transportasi, konsumsi energi yang besar untuk kebutuhan operasional, dan produksi limbah yang melimpah seperti sampah plastik dan sisa makanan. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengadopsi praktik acara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan guna mengurangi dampak negatif ini terhadap ekosistem.
Merujuk pada Data Sistem Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2022, timbulan sampah mencapai 34,9 juta ton dengan sampah harian rata-rata 95.500 ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun 2019, dimana timbulan sampah mencapai 29,3 juta ton, dengan jumlah sampah yang diangkut per harinya sebanyak 80.200 ton. Tentunya, sampah ini salah satunya berasal dari acara besar seperti konferensi, pameran dagang, dan konser musik menghasilkan sejumlah besar limbah, mulai dari kemasan makanan dan minuman, bahan cetak, hingga dekorasi sekali pakai. Limbah-limbah ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menyumbang pada perubahan iklim.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, perkembangan industri MICE Indonesia perlu diimbangi dengan aksi untuk mendorong perubahan dan mengadopsi praktik yang lebih etis dan ramah lingkungan. Pemerintah sedang berupaya untuk mengeluarkan kebijakan terkait pengelolaan sampah, yang dibagi menjadi 2 strategi, yakni pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah diartikan sebagai strategi pengurangan dan penanganan sampah. Sedangkan penanganan sampah lebih ke arah proses pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, dan pemrosesan akhir. Pemerintah menetapkan target pada tahun 2025 terkait pengelolaan & pengurangan sampah, dimana pengurangan sampah harus mencapai 30% dari total sampah yang dihasilkan pada tahun tersebut. Hal ini diartikan bahwa perlunya mengurangi sampah sebanyak 20,9 juta ton. Sedangkan untuk target pengelolaan sampah ditetapkan sebesar 70% dari total sampah yang dihasilkan atau sebesar 49,9 juta ton sampah. Pemerintah juga menghimbau kepada produsen untuk bertanggung jawab atas dampak lingkungan dan mulai serius mewujudkan keberlanjutan dalam setiap aspek.
Sampah acara merupakan tanggung jawab dari pihak penyelenggara dan juga pengunjung. Langkah yang dapat ditempuh dalam mengatasi isu sampah di MICE salah satunya melalui penerapan Event Waste Management. Manajemen limbah pada acara-acara besar ini tidak hanya membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan tetapi juga mencerminkan tanggung jawab sosial dari para penyelenggara acara.
Waste4Change menawarkan solusi untuk kebutuhan industri MICE berkelanjutan dengan program Event Waste Management. Program ini membantu acara-acara yang anda buat memiliki perencanaan yang baik dan matang dalam proses pengelolaan sampahnya. Waste4Change juga ingin membentuk kebiasaan dan kesadaran tinggi, baik bagi penyelenggara dan pengunjung untuk mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Program Event Waste Management ini memberikan beberapa manfaat, seperti membantu brand, penyelenggara, dan pengunjung untuk turut menjaga kelestarian lingkungan, mengedukasi pengunjung dan panitia terkait isu persampahan, mengurangi jumlah sampah di TPA, meningkatkan nilai keberlanjutan pada acara, serta sampah yang dikumpulkan akan dikelola sesuai dengan Peraturan Pemerintah dan Program JAKSTRANAS.
Waste4Change sendiri memberikan fasilitas dan fitur terpadu pada program ini:
*Sumber: waste4change.com
Layanan Event Waste Management dari Waste4Change tersedia di 11 kota, yakni DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Yogyakarta, Surakarta. Selain penanganan sampah dan pengangkutan sampah acara, Waste4Change juga membuka jasa ini untuk perusahaan/restaurant/bisnis/gedung, dan juga perumahan (residential waste collect).
Inisiatif dalam mengurangi sampah secara efektif membawa banyak manfaat bagi industri MICE. Selain mewujudkan keberlanjutan lingkungan, program seperti Event Waste Management ini juga dapat menciptakan nilai tambah bagi semua pihak yang terlibat, termasuk penyelenggara acara, peserta, dan masyarakat lokal. Dengan menunjukkan komitmen terhadap pengelolaan limbah yang baik, industri MICE dapat menjadi pelopor dalam gerakan keberlanjutan, yang dapat menarik lebih banyak klien dan peserta yang sadar lingkungan.
Jadilah bagian dari perwujudan Green Events. Kapanpun kita membuat atau menghadiri event, marilah sadar dan memilah terhadap pemilihan bahan yang ramah lingkungan dan ajak keluarga serta teman untuk melakukan hal yang sama!