

Cenderamata selalu menjadi daya tarik saat para delegasi pulang ke negara asal. Tak melulu makanan atau camilan, Kepulauan Riau memiliki banyak pilihan kerajinan bernilai seni tinggi yang cocok dijadikan oleh-oleh para delegasi selama melakukan perjalanan bisnis di Kepulauan Riau.
Oleh-oleh khas Batam dan Bintan menjadi incaran para delegasi dan tamu VVIP yang menghadiri event MICE (Meetings, Incentives, Conventions, dan Exhibitions) di Kepulauan Riau (Kepri). Tidak sekadar simbol kenangan, cenderamata mencerminkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat lokal. Dari motif batik hingga olahan kerajinan tangan berbahan alam, semuanya menawarkan nilai artistik yang kuat, dengan memadukan elemen tradisional dan estetika modern.
Selain menarik secara estetika, oleh-oleh khas Batam dan Bintan juga mengedepankan unsur kepraktisan. Beragam produk yang ditawarkan telah disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan yang mencari cenderamata elegan dan mudah dibawa pulang. Tak heran jika suvenir kerajinan dari wilayah ini menjadi pilihan utama dalam menutup rangkaian acara MICE yang berkesan.
Berikut 5 oleh-oleh khas Batam dan Bintan yang cocok dijadikan cenderamata:
Miniatur Jembatan Barelang
Saat membahas tanda mata khas Batam, jangan sampai melewatkan cenderamata berbentuk miniatur Jembatan Barelang sebagai opsi pertama. Alasannya, Jembatan Barelang merupakan ikon Kota Batam. Meski begitu, daya tarik Jembatan Barelang tak sekadar sebagai ikon kota modern ini, melainkan juga memiliki fakta menarik di baliknya.
Jembatan Barelang merupakan “Golden Gate-nya†Indonesia. Hal ini disebabkan karena jembatan ini memiliki desain yang mirip dengan Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat. Jembatan megah berlatar belakang pemandangan laut dan beberapa pulau kecil di sekelilingnya ini menjadi penghubung antara Pulau Batam, Pulau Rempang, dan Pulau Galang (disingkat Barelang).
Batik gonggong
Setiap daerah di Indonesia memiliki batik khas, begitupun Kota Batam yang punya motif batik gonggong yang khas. Dinamakan gonggong karena batik ini memiliki motif gonggong, yaitu hewan laut sejenis siput yang menjadi ikon kuliner Kepulauan Riau.
Selain gonggong, batik ini juga biasanya memiliki motif hewan laut yang tersebar di perairan Pulau Bintan, seperti kerang dan bintang laut. Memiliki motif yang unik dan sarat makna lokal menjadi salah satu daya tarik batik khas Batam satu ini. Itu mengapa, banyak wisatawan dan tamu VVIP yang membawa pulang batik gonggong untuk dijadikan oleh-oleh maupun koleksi pribadi.
Kerajinan kayu
Oleh-oleh khas yang bisa dibawa pulang para delegasi dan tamu VVIP MICE dari Kepulauan Riau lainnya adalah kerajinan kayu. Hal ini tidak bisa dipisahkan dengan kualitas kayu dari Kepulauan Riau yang sangat baik, seperti kayu balau, shorea, dan kamper.
Tidak perlu khawatir, karena memilih kerajinan kayu untuk oleh-oleh bukan berarti harus membeli meja dan kursi dari Kepulauan Riau. Justru para wisatawan bisa membeli beberapa aksesori lucu dan unik yang bisa ditemukan dengan mudah di toko suvenir, seperti mangkok, miniatur jembatan, topeng, gantungan kunci berbagai bentuk, maupun miniatur kapal pinisi khas Indonesia.
Kerajinan kerang
Baik Batam maupun Bintan sama-sama terkenal dengan kerajinan kerang. Itu mengapa, jangan heran jika akan mudah menemukan banyak kerajinan tangan cantik berbahan cangkang kerang selama menjalani business trip di Kepulauan Riau. Mulai dari bunga, mahkota, hiasan dinding, hingga hiasan gantung berbahan kerang.
Selain kerang, di Bintan para wisatawan juga bisa menemukan kerajinan yang terbuat dari sisik dan tulang ikan. Tentunya ini menjadi hal yang unik, mengingat sisa makanan yang biasanya berakhir menjadi sampah organik ini bisa disulap menjadi berbagai kerajinan, seperti gelang, anting, bingkai foto, hiasan lampu, hingga miniatur atau aksesori yang unik.
Kerajinan eceng gondok
Kerajinan kayu dan kerajinan kerang mungkin sudah biasa. Tapi, bagaimana dengan kerajinan eceng gondok? Tentunya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang hadir di Batam untuk menjalankan pertemuan MICE berskala internasional.
Kerajinan eceng gondok menjadi salah satu bukti bahwa pelaku ekonomi kreatif di Batam dan Bintan memiliki kreativitas tinggi dalam mengolah bahan alami menjadi barang bernilai tinggi. Hal ini dibuktikan dari kepiawaian mereka menyulap tanaman air menjadi tas, sandal, dompet, maupun tikar yang memiliki bernilai ekonomi tinggi.