

Indonesia memiliki banyak destinasi wisata yang memikat bagi wisatawan internasional. Setiap destinasi memiliki keunikan dan keunggulannya masing-masing sehingga wajar saja jika Indonesia menjadi destinasi favorit untuk perjalanan insentif tamu internasional yang beragam.
Partisipasi Indonesia di ajang AIME (Asia-Pacific Incentives and Meetings Event) 2023 memunculkan beberapa destinasi favorit para buyer untuk perjalanan insentif di Indonesia.
Ketut Jaman, Managing Director Melali MICE, mengatakan, “Buyer dari Australia, India, Singapura, dan Malaysia menyampaikan bahwa Bali masih menjadi destinasi paling favorit. Tapi kami sebagai DMC memiliki satu kewajiban untuk mengenalkan destinasi yang lain. Bali sebagai hub-nya. Kami anjurkan untuk membuat paket wisata Bali dengan destinasi lain, misalnya Bali plus Jogja, Bali plus Lombok, dan Bali plus Labuan Bajo.â€
Sementara itu, Iin Sari, Director of Sales and Marketing Hyatt Regency Bali, mengatakan bahwa selain Bali, Jakarta juga banyak peminatnya. Pasalnya, grup dari Australia biasanya bepergian langsung ke beberapa destinasi, misalnya ke Bali dulu, lalu Jakarta, dan selanjutnya ke Singapura atau Thailand.
Bali
Tak bisa dimungkiri bahwa Bali merupakan primadona utama destinasi wisata di kalangan wisatawan mancanegara. Pasalnya, Bali tak hanya dianugerahi wisata alam yang lengkap, tapi juga memiliki wisata budaya yang sangat kuat dan kental.
Bali memiliki segalanya untuk memuaskan keinginan wisatawan yang beragam: dari wisata malam hingga wisata spiritual, dari pemandangan bawah laut hingga panorama puncak gunung, dan dari losmen hingga hotel bintang lima.
Untuk perjalanan insentif dalam jumlah besar, sejumlah hotel dan resor bintang lima berstandar internasional siap menampung para tamu. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik), pada 2021 Bali memiliki 403 hotel berbintang dengan 46.302 kamar.
Terkait aksesibilitas, hingga akhir 2022 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah terhubung dengan 24 rute internasional. Artinya, Bali semakin mudah diakses secara langsung dari berbagai negara.
Pamor Bali bahkan telah diakui dan direkomendasikan oleh beberapa media dan lembaga internasional. Sejumlah penghargaan bergengsi dunia pun telah disabet oleh Bali. Yang terbaru, Bali menjadi destinasi terpopuler kedua di dunia berdasarkan situs perjalanan TripAdvisor dalam penghargaan 2023 Travelers' Choice Award for Destinations.
Dalam penghargaan tersebut, Bali mengungguli dua kota besar dunia yang terkenal, yakni London dan Paris. Penghargaan ini ditujukan untuk memilih destinasi wisata yang konsisten memberikan pengalaman menyeluruh dan terbaik untuk para wisatawan seluruh dunia.
Jakarta
Sebagai ibu kota negara, Jakarta dianugerahi aksesibilitas langsung ke dunia internasional. Saat ini Bandara Internasional Soekarno-Hatta terhubung secara langsung dengan 18 negara dan 29 kota di luar negeri. Karenanya, aksesibilitas dari luar negeri bukanlah isu besar bagi Jakarta. Yang menjadi permasalahan adalah akses di dalam kota yang sering terjadi kemacetan.
Namun, perlahan tapi pasti sistem transportasi di Jakarta sedang berbenah dengan dibangunnya moda transportasi massal, seperti MRT dan LRT.
Sebagai kota metropolitan yang menjadi pusat pemerintahan dan pusat bisnis, Jakarta tidak banyak memiliki obyek wisata alam dan budaya. Namun, Jakarta memiliki banyak pusat perbelanjaan sehingga sangat cocok dijadikan tujuan wisata belanja bagi grup perjalanan insentif. Tak hanya belanja di mal mewah yang bisa dijadikan pilihan, tapi ke pusat grosir seperti Tanah Abang juga bisa dijadikan alternatif yang menarik.
Terkait akomodasi, Jakarta memiliki banyak hotel berbintang dengan fasilitas MICE mumpuni dan lokasi yang strategis. Berdasarkan data BPS, pada 2021 ada 384 hotel berbintang dengan 52.543 kamar di Jakarta. Selain itu, ada juga 509 hotel non-bintang dengan 11.516 kamar.
Yogyakarta
Yogyakarta memiliki daya tarik wisata yang tidak berbeda jauh dengan Bali, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, hingga wisata kuliner. Apalagi, keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan menjadi daya tarik utama bagi grup insentif luar negeri untuk berkunjung ke Yogyakarta.
Sayangnya, daya pikat tersebut kurang didukung oleh penerbangan internasional. Meski baru saja memiliki Bandara Internasional Yogyakarta dengan daya tampung penumpang lebih besar, jumlah penerbangan internasional langsung ke bandara ini hanya ada dua, yaitu dari Singapura dan Malaysia. Artinya, Yogyakarta masih sangat berharap terhadap kunjungan wisatawan melalui Bali dan Jakarta sehingga harus dibuatkan paket wisata.
Untuk akomodasi, Yogyakarta memiliki banyak hotel berbintang. Berdasarkan data BPS 2021, Yogyakarta memiliki 168 hotel berbintang dengan 16.293 kamar. Sementara itu, berdasarkan data Bappeda (Badan Perencana Pembangunan Daerah) Yogyakarta, pada 2022 Yogyakarta memiliki 305 desa wisata, dan 37 di antara merupakan desa wisata maju serta 14 desa wisata mandiri. Setiap desa wisata tersebut juga dilengkapi dengan homestay yang dapat memberikan pengalaman berbeda kepada para tamu.
Lombok
Keberadaan Sirkuit Mandalika semakin mendongkrak potensi Lombok, Nusa Tenggara Barat, sebagai tujuan wisata internasional, terutama untuk wisata sport event.
Pasalnya, Sirkuit Mandalika telah dikontrak 10 tahun oleh Dorna Sports untuk menggelar MotoGP dan World Superbike hingga 2032. Apalagi, Mandalika juga telah dijadikan salah satu destinasi pariwisata super prioritas sehingga berpotensi untuk mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan mancanegara.
Selain memiliki Sirkuit Mandalika, Lombok juga dikenal akan keindahan bawah lautnya, terutama di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Karenanya, tak heran apabila banyak wisatawan mancanegara yang bertandang ke Lombok.
Sayangnya, jumlah kamar dan hotel berbintang di Lombok masih terbilang minim. Berdasarkan data BPS, pada 2021 hanya ada 63 hotel berbintang dengan 4.997 kamar di Lombok. Selain itu, Bandara Internasional Lombok juga belum terhubung langsung dengan rute internasional sehingga saat ini Lombok masih menunggu aliran turis dari Bali dan kota lainnya di Indonesia.
Labuan Bajo
Labuan Bajo yang berada di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu destinasi pariwisata super prioritas yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Artinya, pengembangan kawasan ini akan diprioritaskan dan dipermudah bagi para investor.
Wajar saja apabila Labuan Bajo masuk ke dalam salah satu destinasi pariwisata super prioritas. Pasalnya, Labuan Bajo merupakan pintu utama menuju satu-satunya habitat reptil purba di dunia, yaitu komodo yang berada di Taman Nasional Komodo.
Taman Nasional Komodo yang terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1991 ini terdiri dari Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Padar, dan beberapa pulau lain di sekitarnya. Selain dapat melihat Komodo, para pengunjung juga bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang memesona dari puncak pulau Padar. Aktivitas lainnya yang juga menjadi unggulan Labuan Bajo adalah menyelam. Pasalnya, pemandangan bawah laut di Labuan Bajo sangat indah dan kaya akan biota laut.
Terkait aksesibilitas, saat ini belum ada penerbangan internasional langsung ke Bandara Komodo di Labuan Bajo. Para wisatawan yang hendak ke Labuan Bajo harus transit terlebih dulu di Bali, lalu bisa menggunakan pesawat atau kapal pesiar dari Bali.
Sementara itu, berdasarkan data BPS, pada 2022 di Manggarai Barat hanya ada 12 hotel berbintang dan 106 hotel non-bintang. Berdasarkan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo, pengembangan akomodasi di Labuan Bajo akan diprioritaskan kepada hotel bintang 3 dan homestay agar dapat menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
ENGLISH
5 Favorite Destinations for AIME 2023 Buyers
Indonesia has many alluring tourist destinations for international travelers. Each destination has its own uniqueness and advantages so it is only natural that Indonesia is a favorite destination for incentive trips for a variety of international guests.
Indonesia's participation in the AIME (Asia-Pacific Incentives and Meetings Event) 2023 event has brought up some of the buyers' favorite destinations for incentive travel in Indonesia.
Ketut Jaman, Managing Director of Melali MICE, said, "Buyers from Australia, India, Singapore and Malaysia said that Bali is still the most favorite destination. But we as DMCs have an obligation to introduce other destinations. Bali is the hub. We recommend creating Bali tour packages with other destinations, such as Bali plus Jogja, Bali plus Lombok, and Bali plus Labuan Bajo."
Meanwhile, Iin Sari, Director of Sales and Marketing at Hyatt Regency Bali, said that besides Bali, Jakarta is also in high demand. The reason is, groups from Australia usually travel directly to several destinations, for example to Bali first, then Jakarta, and then to Singapore or Thailand.
Bali
It is undeniable that Bali is the top favorite tourist destination among foreign tourists. The reason is that Bali is not only blessed with complete natural attractions, but also has a very strong and thick cultural tourism.
Bali has everything to satisfy the diverse desires of tourists: from night time activities to spiritual tourism, from underwater scenery to mountain top panoramas, and from guesthouses to five-star hotels.
For incentive trips in large numbers, a number of international standard five-star hotels and resorts are ready to accommodate guests. Based on BPS (Central Bureau of Statistics) data, in 2021 Bali has 403 star hotels with 46,302 rooms.
Regarding accessibility, until the end of 2022 I Gusti Ngurah Rai International Airport has been connected with 24 international routes. This means that Bali is increasingly accessible directly from various countries.
Bali has been recognized and recommended by several international media and institutions. A number of prestigious world awards have also been won by Bali.
Most recently, Bali became the second most popular destination in the world based on the TripAdvisor travel site in the 2023 Travelers' Choice Award for Destinations. In the award, Bali outperformed two famous world cities, namely London and Paris. The award is aimed at selecting travel destinations that consistently provide the best overall experience for travelers around the world.
Jakarta
As the nation's capital, Jakarta is blessed with direct international accessibility. Currently, Soekarno-Hatta International Airport is directly connected to 18 countries and 29 cities abroad. Therefore, accessibility from abroad is not a big issue for Jakarta. The problem is access within the city, which is often congested. However, slowly but surely the transportation system in Jakarta is improving with the construction of mass transportation modes, such as the MRT and LRT.
As a metropolitan city that is the center of government and business center, Jakarta does not have many natural and cultural attractions. However, Jakarta has many shopping centers, making it a perfect shopping destination for incentive travel groups. Not only shopping in luxury malls can be an option, but wholesale centers such as Tanah Abang can also be an interesting alternative.
In terms of accommodation, Jakarta has many star-rated hotels with excellent MICE facilities and strategic locations. Based on BPS data, in 2021 there were 384 star hotels with 52,543 rooms in Jakarta. In addition, there are also 509 non-star hotels with 11,516 rooms.
Yogyakarta
Yogyakarta has tourist attractions that are not much different from Bali, ranging from natural tourism, cultural tourism, historical tourism, to culinary tourism. Moreover, the existence of Borobudur Temple and Prambanan Temple is the main attraction for overseas incentive groups to visit Yogyakarta.
Unfortunately, the allure is less supported by international flights. Although Yogyakarta International Airport has just acquired a larger passenger capacity, there are only two direct international flights to the airport, from Singapore and Malaysia. This means that Yogyakarta is still very hopeful of tourist visits through Bali and Jakarta, so tour packages must be made.
For accommodation, Yogyakarta has many star hotels. Based on BPS 2021 data, Yogyakarta has 168 star hotels with 16,293 rooms. Meanwhile, based on data from the Yogyakarta Regional Development Planning Agency (Bappeda), in 2022 Yogyakarta has 305 tourist villages, 37 of which are developed tourist villages and 14 independent tourist villages. Each tourist village is also equipped with homestays that can provide a different experience to guests.
Lombok
The existence of the Mandalika Circuit further boosts the potential of Lombok, West Nusa Tenggara, as an international tourist destination, especially for sports event tourism. The reason is, the Mandalika Circuit has been contracted for 10 years by Dorna Sports to hold MotoGP and World Superbike until 2032.
Moreover, Mandalika has also been made one of the super priority tourism destinations so that it has the potential to bring in more foreign tourists.
Apart from having the Mandalika Circuit, Lombok is also known for its underwater beauty, especially in the Gili Trawangan, Gili Meno and Gili Air areas. Therefore, it is not surprising that many foreign tourists visit Lombok.
Unfortunately, the number of rooms and star-rated hotels in Lombok is still minimal. Based on BPS data, in 2021 there were only 63 starred hotels with 4,997 rooms in Lombok.
In addition, Lombok International Airport is also not directly connected to international routes so currently Lombok is still waiting for the flow of tourists from Bali and other cities in Indonesia.
Labuan Bajo
Labuan Bajo, located in West Manggarai Regency, East Nusa Tenggara, is one of the super-priority tourism destinations designated by the Ministry of Tourism and Creative Economy.
This means that the development of this area will be prioritized and made easier for investors. It is only natural that Labuan Bajo is included in one of the super priority tourism destinations. The reason is that Labuan Bajo is the main door to the only ancient reptile habitat in the world, namely Komodo dragons in Komodo National Park.
Komodo National Park, which was listed as a UNESCO World Heritage Site in 1991, consists of Komodo Island, Rinca Island, Padar Island, and several other surrounding islands. In addition to seeing Komodo dragons, visitors can also enjoy a mesmerizing sunset view from the top of Padar Island. Another activity that is also the flagship of Labuan Bajo is diving. The underwater scenery in Labuan Bajo is very beautiful and rich in marine life.
Regarding accessibility, there are currently no direct international flights to Komodo Airport in Labuan Bajo. Tourists who want to go to Labuan Bajo must first transit in Bali, then can use planes or cruise ships from Bali.
Meanwhile, based on BPS data, by 2022 in West Manggarai there will only be 12 star hotels and 106 non-star hotels. Based on the Labuan Bajo Tourism Authority, the development of accommodation in Labuan Bajo will be prioritized to 3-star hotels and homestays in order to drive the economy of the local community.