

Setelah seharian penuh mengikuti meeting dan konferensi di Bali, tak ada yang lebih menyegarkan pikiran daripada menikmati aktivitas wisata seru. Tak melulu ke pantai, berikut rekomendasi aktivitas seru di Bali yang masih jarang diketahui wisatawan.
Saat mendengar nama Bali pasti banyak orang langsung terbayang untuk menghabiskan waktu di pantai sambil menikmati sunset. Memang tidak salah, hanya saja Pulau Dewata menawarkan lebih dari sekadar laut dan pantai berpasir putih. Ada begitu banyak aktivitas menarik yang bisa dinikmati selama liburan singkat atau mengisi waktu di sela-sela meeting di Bali.
Banyak aktivitas seru di Bali yang masih sangat jarang diketahui wisatawan maupun business traveler. Padahal, setiap aktivitas seru tersebut memberikan pengalaman yang jauh lebih berkesan, dan pastinya tidak bisa ditemukan di daerah-daerah lain di Indonesia.
Bagi para business traveler yang sedang mencari ide untuk mengisi waktu luang setelah melakukan berbagai rangkaian Meetings, Incentives, Converentions, dan Exhibitions (MICE) di Bali, berikut adalah berbagai aktivitas seru di Bali yang masih jarang diketahui wisatawan dalam negeri maupun luar negeri:
Memandikan gajah di Mason Elephant Park
Melihat gajah di kebun binatang mungkin sudah biasa dan ada di mana saja, tapi memandikan gajah tentunya akan memberikan pengalaman yang berbeda dan tidak mudah ditemukan di daerah lain. Sebagai satu-satunya area konservasi gajah di Bali, Mason Elephant Park menawarkan pengalaman untuk berinteraksi dan mengenal gajah lebih dekat.
Dari beberapa pilihan aktivitas yang ditawarkan, memberi makanan dan memandikan gajah cukup banyak diminati. Pasalnya, para wisatawan benar-benar akan terjun langsung untuk memandikan gajah. Para wisatawan bisa melihat langsung kawanan gajah yang sedang bermain air atau menceburkan diri di danau pemandian dengan mata telanjang dari dekat.
Ikut cooking class di Ubud
Bali tak hanya kaya budaya, tapi juga punya daya tarik gastronomi tourism yang menarik untuk dijelajahi. Alih-alih hanya berburu kuliner dari satu restoran ke restoran lainnya, tidak ada salahnya ikut cooking class di daerah Ubud. Aktivitas ini tentunya sangat menyenangkan dan berkesan, terutama bagi peserta MICE yang waktunya terbatas dan tidak sempat kulineran ke banyak tempat.
Kelas memasak ini biasanya dimulai dengan berbelanja di pasar lokal untuk membeli bahan-bahan segar. Setelah itu, barulah para peserta akan diajak untuk mulai memasak hidangan lokal khas Bali, seperti ayam betutu, sate lilit, hingga lawar. Menariknya, kegiatan cooking class ini tidak sekadar “belajar memasakâ€, tapi juga memberi wawasan tentang filosofi di balik kelezatan makanan khas Bali.
Bersepeda di Ubud
Selain ikut kelas memasak, jalan-jalan ke Ubud kurang lengkap kalau tidak sepedaan. Itu mengapa, pastikan memasukkan tur bersepeda sebagai salah satu aktivitas seru setelah mengikuti rangkaian event MICE di Bali.
Salah satu lokasi atau rute bersepeda yang paling banyak diminati dan ramah pemula adalah Bukit Campuhan. Di sini, para wisatawan bisa menikmati lanskap alam yang masih sangat bersih dan alami, seperti hamparan sawah hijau dan area perbukitan di sekelilingnya. Meski cukup menguras energi, namun panorama alam, udara sejuk, dan suasana asri seakan langsung menghapus rasa lelah.
Belajar seni ukir kayu
Aktivitas lain yang tidak kalah seru adalah belajar seni ukir atau memahat kayu di Desa Mas, Gianyar. Tentunya ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi para wisatawan yang hadir dalam event MICE di Bali. Mengingat Bali sudah diakui dunia akan seni ukirnya.
Selama ikut kelas belajar seni ukir kayu, para peserta diajarkan langsung oleh seorang seniman pahat profesional. Tak langsung memahat, para tamu juga akan dijelaskan tentang jenis-jenis kayu yang cocok untuk disulap menjadi sebuah karya seni yang megah dan memesona. Meski cukup memakan waktu dan menguras kesabaran, belajar mengukir dan memahat kayu bisa menjadi pengalaman yang berkesan. Apalagi, peserta bisa membawa pulang karya seni tersebut sebagai kenang-kenangan.
Membuat perhiasan perak di Desa Celuk
Satu lagi aktivitas seru yang bisa dilakukan setelah melewati rangkaian meeting panjang, yakni membuat perhiasan perak di Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Desa Celuk sudah lama dikenal sebagai desa pengrajin emas dan perak sejak 1976. Itu artinya, kita tidak perlu ragu dengan kualitas perhiasan yang dihasilkan, karena semua kerajinan dari Desa Celuk berkualitas tinggi.
Di desa wisata ini, seluruh wisatawan MICE berkesempatan untuk merancang perhiasan sesuai selera. Selanjutnya, para tamu juga akan belajar menempa keping perak secara langsung sambil mempelajari teknik tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi oleh para pengrajin setempat. Serunya lagi, hasil karya ini bisa langsung dibawa pulang, baik untuk dipakai sendiri maupun dijadikan buah tangan.